Jalur Resmi Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani

Ada beberapa jalur utama dan resmi yang sering dugunakan oleh pendaki ke Gunung Rinjani. Berikut jalur-jalur tersebut:

Jalur Sembalun

– Mataram – Sembalun (± 4-5 jam kendaraan umum)
– Sembalun Lawang – Puncak Gunung Rinjani ( ± 7 Jam Jalan Kaki)
– Sembalun Lawang – Danau Segara Anak (± 2-3 Jam Jalan Kaki )

Jalur Senaru

– Mataram – Senaru (± 3-4 Jam Kendaraan Umum)
– Senaru – Danau Segara Anak (± 7-10 Jam Jalan Kaki)
– Danau Segara Anak – Pelawangan Sembalun (± 4 Jam Jalan Kaki)
– Pelawangan Sembalun – Puncak Rinjani (± 2-3 Jam Jalan Kaki)

Jalur Torean

– Mataram – Torean (± 4-5 Jam Kendaraan Umum)
– Torean – Danau Segara Anak (± 8-9 Jam Jalan Kaki)

Jalur Senaru

Jalur pendakian Senaru merupakan jalur pendakian paling ramai, hal ini disebabkan selain sebagai jalur wisata treking juga kerap dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat/keagamaan di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak. Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) Senaru

Rute pendakian yaitu Senaru – Pelawangan Senaru – Danau Segara Anak dengan berjalan kaki memakan waktu ± 10 – 12 jam melalui trail wisata yang berada dalam hutan primer dan sepanjang jalan trail telah disediakan sarana peristirahatan pada setiap pos. Dari pintu gerbang Senaru sampai Danau Segara Anak terdapat tiga pos. Sepanjang jalan trail pengunjung dapat menikmati keindahan hutan belantara dan bebatuan yang menakjubkan.

Untuk memperoleh informasi mengenai pendakian Gunung Rinjani telah disediakan Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) atas kerjasama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan NZAID (New Zealand Asistance International Development), Dari Danau Segara Anak bila anda ingin melanjutkan perjalan ke Puncak Gunung Rnjani anda harus menuju ke pelawangan sembalun yang membutuhkan waktu ± 4 Jam, dari pelawangan sembalun ke Pucak Rinjani membutuhkan waktu 4 – 5 Jam.

Pendakian ke puncak umumnya dilakukan pada pukul 02 dinihari, ini dimaksudkan agar pada pagi harinya dapat menikmati matahari terbit (Sunrise) dari Pucak Gunung Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok bahkan pulau Bali apabila cuaca cerah. Continue reading

Posted in Nambah Wawasan | Leave a comment

Jurnalistik Alam Bebas

Jurnalisme adalah bidang disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang, termasuk tren, masalah, dan tokoh. Orang yang mempraktekkan kegiatan jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan. itu nurut wikipedia

Apa Itu Jurnalistik?

Menurut Kris Budiman, jurnalistik (journalistiek, Belanda) bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Dewasa ini pengertian tersebut tidak hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, dsb., namun meluas menjadi media elektronik seperti radio atau televisi. Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism). Continue reading

Posted in Nambah Wawasan | Leave a comment

Tips Pendakian Musim Hujan

Sebagai pembuka, menurut saya ,
1. Saya pribadi, lebih suka memilih ‘hiking without camping‘ (beberapa kalangan menyebutnya: ‘tektok’). Mendaki dan kembali turun dalam waktu 1 hari.
Untuk melakukan hal itu, beberapa hal yang dilakukan adalah:
a. Memilih dan menentukan gunung dengan jarak tempuh pendakian yang relatif pendek (sekitar 6 km s/d 15 km -jarak akumulatif pergi dan pulang-).
b. Mulai mendaki di pagi hari.
Sedapat mungkin mengusahakan mulai mendaki sekitar pukul 05.00 wib.
c. Membawa perlengkapan seringan mungkin. hanya yang betul-betul diperlukan dan biasanya beban yang saya bawa tidak lebih dari 3 kg. Pastinya perlengkapan kesiapan untuk menghadapi hujan yang tiba-tiba turun tak mungkin dilupakan, juga dengan kemungkinan kemalaman di dalam hutan: ponco, payung, senter.
d.) Say no to ‘sandal‘, apalagi sandal jepit
e.) Ingat prinsip pendakian. ‘pulang dengan selamat adalah tujuan
Continue reading

Posted in Kreatifitas | Leave a comment

Dasar Mountaineering

Pengetahuan dasar tentang mendaki gunung,mengingat kondisi alam menghadapkan kita pada berbagai sutiasi,bila dapat kita pahami maka akan memberikan kenikmatan berpetualang yang mengasyikan.

1. Sistem Pendakian

  •  Himalayan Style -> sistem dengan rute yang panjang,biasanya pendaki terdiri dari beberapa kelompok,sistem ini dimana dengan berhasilnya satu orang pendaki sampai puncak saja sudah di anggap berhasil,biasanya digunakan untuk ekspedisi atau suatu misi gann,seperti penancapan bendera merah putih di puncak himalaya,walau hanya satu orang yg berhasil menancapkan,dianggap Mission Succes.
  • Alpine Style -> sistem pendakian dianggap berhasil apabila seluruh anggota mencapai puncak.seperti upacara 17 agustus di puncak. Continue reading
Posted in Kreatifitas | Leave a comment

Lima Gunung Api Spektakuler yang Wajib Dikunjungi

Gunung Bromo, Indonesia

Untuk aksi vulkanik dan pemandangan yang menakjubkan, Gunung Bromo di Jawa Timur tidak punya lawan sepadan. Gunung setinggi 2329 m di atas permukaan laut ini selalu mengeluarkan asap belerang dan kadang tertutup kabut lebat. Keindahan yang sangat layak untuk diabadikan.

Gunung Bromo adalah gunung “termuda” dari kompleks gunung api Tengger yang luas dan berumur 820 ribu tahun. Dari Gunung Bromo, pengunjung bisa melihat puncak tertinggi di Jawa, yaitu Gunung Semeru, yang aktif mengeluarkan asap dalam jumlah besar tiap 20 menit. Continue reading

Posted in Wisata | Leave a comment

Gunung Semeru

Mahameru, adalah sebutan terkenal dari puncak Gunung Semeru dengan ketinggian ± 3.676 meter diatas permukaan laut (mdpl), menempatkan diri sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung Semeru termasuk salah satu dari gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, terletak diantara wilayah Administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang dengan posisi geografis antara 7°51’ – 8°11’ Lintang Selatan, 112°47’ – 113°10’ Bujur Timur. Continue reading

Posted in Gunung | 4 Comments

Gunung Sundoro

Gunung Sundoro – 3.136 m.dpl, setidaknya ada tiga nama yang dikenal baik oleh masyarakat, Sindoro, Sundoro atau Sendoro. Adalah termasuk dalam jajaran gunung berapi yang mempunyai bentuk kerucut dengan tipe Strato. Dari kejauhan nampak seperti dua saudara kembar antara Sundoro dan Sumbing, berdiri kokoh di batas Kabupaten Temanggung sebelah barat dan sebelah timur kota Wonosobo. Diantara keduanya, dipisahkan oleh pelana Kledung (1.405 m.dpl) yang melintasi jalan raya, menghubungkan Wonosobo dengan kota Magelang. Continue reading

Posted in Gunung | Leave a comment