Tips Pendakian Musim Hujan

Sebagai pembuka, menurut saya ,
1. Saya pribadi, lebih suka memilih ‘hiking without camping‘ (beberapa kalangan menyebutnya: ‘tektok’). Mendaki dan kembali turun dalam waktu 1 hari.
Untuk melakukan hal itu, beberapa hal yang dilakukan adalah:
a. Memilih dan menentukan gunung dengan jarak tempuh pendakian yang relatif pendek (sekitar 6 km s/d 15 km -jarak akumulatif pergi dan pulang-).
b. Mulai mendaki di pagi hari.
Sedapat mungkin mengusahakan mulai mendaki sekitar pukul 05.00 wib.
c. Membawa perlengkapan seringan mungkin. hanya yang betul-betul diperlukan dan biasanya beban yang saya bawa tidak lebih dari 3 kg. Pastinya perlengkapan kesiapan untuk menghadapi hujan yang tiba-tiba turun tak mungkin dilupakan, juga dengan kemungkinan kemalaman di dalam hutan: ponco, payung, senter.
d.) Say no to ‘sandal‘, apalagi sandal jepit
e.) Ingat prinsip pendakian. ‘pulang dengan selamat adalah tujuan

Alasan:
1. hiking without camping. supaya tidak  kelamaan keujanannya, takut sakit
a.) karena gunung dengan jarak tempuh yang relatif pendek memungkinkan untuk dapat dilakukan pendakian ‘tektok’. tergantung dari kemampuan masing-masing, ukurlah jarak dan sesuaikan dengan kemampuan.

b.) melakukan pendakian sepagi mungkin untuk menghindari beberapa kemungkinan ‘buruk’, seperti:
– kehujanan saat baru mulai mendaki.
Cuaca pagi hari di daerah pegunungan biasanya cerah, dan semakin siang cenderung mendung yang berpotensi hujan (apalagi memang musim hujan ).
Bukankah sangat tidak menyenangkan bila kita kehujanan saat pendakian baru saja dimulai, sementara posisi kita masih jauh dari puncak gunung?
– kecewa dengan pemandangan di puncak, karena sudah kabut, awan tebal atau malah, lagi lagi hujan.
Kemungkinan ‘gagal narsis’ di puncak dapat diminimalisir apabila pendaki tiba di puncak sebelum siang hari (saat cuaca di puncak biasanya masih cerah).
– kemalaman saat perjalanan turun.
Perjalanan turun di malam hari dengan jalur yang licin akibat guyuran hujan ditambah lagi dengan kondisi tubuh yang mulai lelah akan membuat situasi lebih berbahaya dan resiko untuk terjadinya kecelakaan meningkat -walau masih banyak yang menyepelekan hal ini-.
Untuk menghindarinya, mendakilah di pagi hari, sesuaikan target estimasi waktu untuk mencapai puncak dan tiba di pos/kaki gunung saat hari belum gelap.

alasan c.) beban barang yang dibawa otomatis akan bertambah bila basah, cukup merepotkan dan ‘menyakitkan’ apabila beban yang sudah berat akan bertambah berat.

alasan d.) penggunaan sandal apalagi sandal jepit akan merepotkan.
Medan yg basah membuat tanah padat berubah menjadi becek, belumpur. Seringkali tanah becek itu masuk dan memenuhi ruang antara telapak kaki dan permukaan sandal bagian atas, berakibat telapak kaki menjadi sangat licin, tak mampu mencengkeram sandal. Tak jarang pula alas kaki itu akan terlepas karena terendam lumpur. Sangat sangat riskan, merepotkan.
Sandal??? nggak deh, trimakasih…

alasan e.) sudah jadi rahasia umum kalau, pulang ke rumah dalam kedaan selamat adalah tujuan.
Tidak memaksakan diri untuk tetap mendaki dalam kondisi cuaca buruk -yang salah satunya adalah hujan badai-. Pergulatan sering terjadi dalam situasi ini, ego ingin sekali mencapai puncak, karena kita merasa sudah banyak yang ‘dikorbankan’ untuk dapat melakukan pendakian ini. Faktor waktu dan biaya yang sudah dihabiskan rasanya akan sia-sia bila tak menggapai puncak.
Namun, cukupkan saja pengorbananan pada 2 hal itu, jangan ditambah lagi dengan pengorbanan keselamatan.

‘Pendaki hebat bukanlah pendaki yang hanya tau bagaimana caranya menggapai puncak, tetapi ia juga tau bagaimana caranya menggapai selamat’

hal2 yang saya tulis diatas hanya
berdasar dari sedikit pengetahuan yg pernah dialami. Tidak mutlak, pasti atau harus dilakukan, ‘Just share’

About HIMAPA OSIRIS

Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam OSIRIS, merupakan wadah komunikasi Pecinta Alam yang berada dibawah naungan Kampus PKN-STMIK LPKIA.
This entry was posted in Kreatifitas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s